Mencari Sang Pemimpin: MENJADI MASA DEPAN INDONESIA
ISMKI ADALAH ROMANTISME PERJUANGAN
TEMPAT DIMANA KITA MENYIASATI KEKURANGAN DAN MENYATUKAN POTENSI YANG BERSERAKAN,
MENUJU SEBUAH HARAPAN BARU:
MENJADI MASA DEPAN INDONESIA
Menjadi masa depan Indonesia bukanlah suatu harapan yang tinggal harapan, bukanlah impian yang tinggal saatnya akan menjadi angin lalu karena melihat realita yang ada. Dimana kita pada zaman sekarang ini hanya bisa sebagai pekerja kesehatan yang tidak bisa berbuat banyak terhadap keadaan. Disibukkan dengan pasien yang terus bertambah banyak, tanpa melihat dan berbuat terhadap akar dari permasalahan mengapa dokter masih mau menyembuhkan orang yang tak kunjung sembuh dan bertambah banyak jumlahnya? Atau malah yang kita pikirkan dokter akan bertambah kaya seiring bertambahnya jumlah pasien dan menjadi semakin ahli karena semakin kompleks penyakit dibanding negara lain?
Jikalau kita berpikir untuk mencabut akar itu pun, caranya tidak semudah membalikkan tangan, harus secara komprehensif, integral, dan menyeluruh. Harus mengatasi kemiskinan, kemudian meningkatkan taraf pendidikan, dan seterusnya sampai kemudian baru tahap kesehatan yang (lagi-lagi) menjadi perbaikan tahap sekian. Bangsa ini tidak akan maju, jika tidak dibangun secara bertahap untuk mempunyai pondasi yang kuat dan kemudian disatukan dengan berbagai bidang untuk suatu kemajuan yang progresif dan saling melengkapi.
Lalu pertanyaannya, bisa apakah mahasiswa kedokteran? Dari bidang kesehatan, apakah bisa (ikut) mengubah keadaan bangsa? Apakah hanya melakukan kajian yang akan terus dikaji terus-terusan? Melakukan output dengan protes dan demo yang nantinya mentok pada pemberitaan tv? Paling penting di sini adalah yang harus diperbaiki dari mahasiswa dan dokter adalah mental yang buruk dalam diri masing-masing. Menganggap bahwa dokter tidak perlu ikut campur tangan dalam masalah yang memusingkan seperti ini, menganggap saya berada di luar usaha perbaikan ini, biarlah orang lain yang mengurusnya, sudah cukup pusing dengan permaslahan pasien-pasien. Apalagi jika sudah terlenakan dengan kenikmatan dan kesuksesan sebagai seorang dokter, sangatlah kecil kemungkinan untuk mengorbankan sedikit kebahagiaan itu untuk membangun umat dan bangsa ini dari segi kesehatan. Bukan berarti menyembuhkan satu pasien sudah ikut berkontribusi terhadap kesehatan bangsa, itu adalah kewajiban dokter.
Lewat ISMKI harapan menjadi masa depan Indonesia tersebut bisa terwujudkan. Karena ISMKI merupakan organisasi strategis dan potensial dalam membangun bangsa. Selain orang-orang di dalamnya memang adalah calon profesi yang strategis untuk membangun masyarakat, adalah utusan terbaik dari tiap institusi untuk bergerak dan berjuang bersama melalui ISMKI demi tujuan bersama dan menjadi penginisiasi, penggerak mahasiswa yang berada di belakangnya.
ISMKI adalah tempat dimana mengumpulkan lidi-lidi untuk kemudian disatukan, menyatukan harapan bersama terhadap masa depan profesi dan bangsa. Mempunyai harapan yang besar, cita-cita yang besar yang nantinya akan dipimipin oleh orang yang mempunyai harapan dan cita-cita yang besar pula. Sang pemimpin tersebut, mampu menghembuskan ruh dari nasional ke lokal untuk kemudian menghidupkan kebangkitan dan akan menjadi kekuatan di masa depan. Dialah sang pemimpin.

