Mencari Sang Pemimpin: MEMBANGUNKAN RAKSASA YANG SEDANG TIDUR
Hidup tidak mengenal siaran tunda, apalagi jika hanya kedapatan menyaksikan sejarah lewat ketika kita berada di pinggiran sejarah
Pergerakan nasional maupun pergerakan mahasiswa secara kasat mata adalah pergerakan massa. Mempunyai kekuatan pressure, sosial, dan intelegensi. Tahun 1998, 1966, 1945, 1908. Tetapi, di balik itu, yang lebih penting adalah yang menggerakkan mereka. Adalah sang pemimpin dalam tiap era masing-masing. Bagaikan raksasa yang berpower besar, mampu menggetarkan semangat anak buah, membuat ciut nyali lawan. Raksasa di sini janganlah dibayangkan bertampang jelek, berbadan besar, tetapi adalah orang yang mempunyai pengaruh besar, kekuatan besar, dan tahu bagaimana mengendalikan kekuatannya. Pemimpin tersebut pasti dilahirkan sesuai masanya, dan tidak memunafikkan bahwa pemimpin tersebut adalah didikan dari generasi sebelumnya. Tidak mudah untuk menemukan sosok tersebut tiap tahun. Untuk pembentukan, pembinaan menjadi pemimpin yang handal perlu waktu yang lebih lama daripada mengorganisir massa.
ISMKI adalah salah satu tempat pembinaan para pemimpin yang dititipi oleh institusi. Agak aneh memang, seharusnya utusan yang dikirim oleh institusi adalah yang terbaik dari institusi tersebut untuk kemudian siap pakai, bersama-sama menjadi bagian dari barisan untuk berjuang bersama-sama di ISMKI. Karena ISMKI adalah organisasi ikatan dimana subyek dan pemiliknya adalah institusi. Tapi saya tidak mempermasalahkan hal itu. Yang paling penting dalam hal ini adalah sejauh mana produktivitas dan manfaat yang telah dihasilkan oleh para pemimpin yang telah ada ataupun yang telah dihasilkan tersebut.
Selama saya berada di ISMKI, sebenarnya hampir semua orang berpotensi menjadi pemimpin besar. Tergantung apakah dia mampu mengenali potensinya sendiri kemudian mengembangkannya atau tidak. Cuma kadang mental dan kondisi sekitar yang tidak mendukung untuk maju. Biasanya pemimpin handal itu berasal dari lingkungan yang mendukung perkembangannya termasuk permasalahan-permasalahan yang menjadi batu lompatan. Dan hal tersebut kalau kita cari, jika dalam ISMKI adalah berasal dari institusi yang sudah mapan, organisasi dengan segala kompleksitasnya, dan merupakan titik-titik pergerakan mahasiswa. Tapi saya tidak memunafikkan itu dari institusi yang lain, karena kebanyakan permasalahan jika organisasi belum mapan maka masih dalam tahap awal terkena masalah pembentukan sebuah tim.
Raksasa yang sedang tidur itu perlu kita cari dan bangunkan dengan paksa bila perlu. Kita sadarkan apabila sejarah itu akan lewat begitu saja, tanpa bisa berbuat banyak atau tanpa bisa membangun setahap demi setahap. Kita sadarkan bahwa jika hanya mengurus perut sendiri juga tidak akan kenyang dan memuaskan, karena hidup tidak hanya untuk diri sendiri tetapi juga akan bernilai lebih jika berbuat untuk orang lain, berbuat untuk bangsa dan kemudian nantinya akan kembali juga pada diri sendiri. Sadarkan bahwa sekarang tidak hanya ISMKI yang akan menjadi masa depan Indonesia, semua orang yang akan kita bangun kelak juga menaruh harapan menjadi masa depan Indonesia, mencetak sejarah baru. Jika tidak dibangunkan sekarang, kapan lagi?
file bisa klik di sini www.ismki.com

