Pemimpin Muda Taklukan Indonesia
Oleh: ALDILLA HENDY PS (FK UI)
Indonesia…
Tanah air yang selalu di banggakan atas keragaman dan kekayaan alamnya..
Begitu besar potensi didalamnya…begitu luas sumber daya yang dapat tergali dari akar-akarnya. .
Bahkan satu batu saja, bisa terasah menjadi permata indah yg kan menyinari dunia…
Satu tetes air saja, tegukannya bisa menyelamatkan nyawa manusia dari hinanya ancaman kehausan…
dan satu butir padi saja, bisa menghindari malapetaka kelaparan yg selalu menjerat negeri tercinta, dari waktu ke waktu, tak memandang usia, muda maupun tua..
seharusnya tak ada lagi keluh kesah…
tak ada lagi teriakan yg menyakitkan dan memekak kan telinga…
tak ada lagi tangisan yg memilukan…
tak ada lagi darah yg tertumpah mengotori hijauya kampung halaman…
tak ada lagi nyawa yg hilang sia-sia bergelimpangan…
Dan, tak ada lagi harapan yg terampas paksa..
Lantas, kenapa hal itu masih terjadi?
Selalu saja hal itu menjadi sorotan utama publik, perbincangan sana sini, dan menjadi pembenaran atas kondisi terkini..
Seolah-olah menjadi momok yang selalu menghantui…
Membuat gelisah nyenyaknya tidur di malam hari…
Dan selalu saja karenanya, Indonesia ku kini telah merana..
jika bukan karena kesalahan Indonesia, lalu kesalahan siapa?
Siapa yang seharusnya bertanggung jawab atas kesedihan tanah airku ini..
Apakah masih kurang Sang Maha Pemurah memberikan kemurahan-Nya atas segala macam mutiara kehidupan yg telah tertanam pada negeri ini?
Apakah sungguh tanah air ku yg dahulu kaya kini telah jatuh miskin?
Padahal, tiap ku melangkah selalu terlihat, pohon yang rindang, tanaman yg harum mewangikan jalanan dan beningnya air yg menyegarkan?
Atau mungkin yg ku lihat hanya lah kenangan-kenangan masa lampau yg menyusup di alam mimpi…
Jika memang benar..
Bahwa hari ini tanah air ku miskin…
Bukan lah karena kesalahan Indonesia ku…
Tapi ini karena tumpulnya akan tekad dan kemauan untuk berubah dan bangkit dari keterpurukan…
Selalu berkutat kepada jaman yg memainkan kekuasaan, harta dan tahta…
Karena kini..
Indonesia ku yang miskin telah dipenuhi tikus-tikus yg menjadikan bumi pertiwi sebagai panggung sandiwara di hari tuanya dan memenuhi segalah hasrat dunia di hari pensiunnya…
Indonesia ku harus berubah..
Dan perubahan tak ada lagi di tangan mereka…
Mereka telah menyia-nyiakan kepercayaan rakyat..
Kepercayaan atas sebuah harapan untuk diwujudkan…
Dan kini, sudah saatnya…
kepercayaan itu kembali..
Kembali di tangan kita yang kan mencetak perubahan..
Tangan yang pernah mengibarkan bendera kemerdekaan di tengah-tengah puncak penjajahan..
Tangan yang pernah menerjang amunisi perjuangan tanpa rasa takut untuk kebangkitan bangsa…
Tangan yang pernah mengukir sejarah…sebuah catatan kebanggaan…yg dulu telah meruntuhkan orde kekuatan absolute tak terkalahkan…
Dan, tangan itu adalah milik kita…
Milik seorang PEMUDA…
Begitu banyak sosok pemuda yang telah membuktikan kepiawaiannya dalam mencetak perubahan…
Di mulai dari para pemuda yang mampu meluluhlantakkan benteng penjajahan tempo dulu…
Dr.soetemo, Jendral Soedirman, Arif Rahman Hakim hingga pemuda 98 yang telah memutuskan mata rantai jeratan diktatorisme menjadi demkorasi sebebas-bebasnya yang terkemas dalam bingkai Reformasi…
Tak hanya itu saja…
Bagaimana dengan pemuda yang sudah mulai bermunculan di kancah perpolitikan…
Mulai menebarkan pesonanya dalam pemerintah…
Tak sekedar pesona, tapi kekaguman atas keberanian dan sosok yang begitu bersemangat dan menyejukkan…
Yg cukup fenomenal…pasti kita mengenalnya. .sosoknya yang berbeda, bagaikan memberikan harapan baru bagi rakyatnya…Barrack Obama…Dengan usianya 40an tahun, mampu menawarkan sebuah perubahan dalam kepemimpinannya yang kan diemban kelak..
Tak heran, Soekarno sampai berani mengatakan sesuatu yang masih dikenang dunia hingga sekarang,.
“ Berikan kepadaku 1000 orang tua, aku sanggup mencabut Semeru dari uratnya. Tapi, berikan kepadaku 10 pemuda maka aku sanggup merubah dunia. ”
Lalu, Kenapa harus Pemuda?
Memangny ada apa dengan sosok yg satu ini?
Seorang pemuda memiliki dinamika yg luar biasa…
Semangat yang begitu membara…
Ide segar yang melimpah ruah…
Keberanian atas idealismenya…
Dan tenaga yg berlipat-lipat…
Diiringi tekad dan kemauan untuk berubah…menjadi sebuah tawaran untuk sebuah keniscayaan, yaitu perubahan…
Energy seperti inilah yg harus merubah Indonesia dari keterpurukan…
Kemurnian jiwa dan keikhlasan hati…
Landasan bergerak dan membangun yang belum terkontaminasi…
Tapi semangat untuk memberi dan bangkit dari kejamnya jaman ini…
Walaupun harus di sadari…
Bukan pemuda biasa tapi dibutuhkan pemuda yang luar biasa…
Bukan pemuda yang manja…
Bukan pemuda yang bisanya mengeluh dan mengedapankan ego…
Bukan pemuda yang cinta dunia..
Bukan pemuda yang bisanya menghamburkan ilmuny dalam kesia-sian..
Tapi haruslah pemuda yang luar biasa… pemuda yg memiliki kerendahan hati untuk belajar dari pendahulunya. .
Pemuda yang berkualitas…yg memiliki kapasitas spiritual (maqdirah imaniyah)…kapasitas intelektual (maqdirah aqliyah)…kapasitas fisik (maqdirah badaniyah)…kapasitas profesional (maqdirah mihniyah)…terintegra si dan terpadu untuk bergerak dalam sebuah perubahan…bukan sekedar perubahan tapi perubahan yg madani, ke arah kebaikan, dan mewujudkan amanah rakyat..
ketika Amru bin al-‘Ash, komandan pasukan muslimin yang ditugaskan membebaskan Mesir meminta bala bantuan empat ribu orang pasukan, tetapi khalifah Umar bin Khattab ra. hanya mengirim empat orang saja, yaitu Maslamah bin Mukhallad, Miqdad bin Aswad, Ubadah bin Shamit dan Zubair bin Awwam…
Umar berkata, “satu orang dari mereka sama nilainya dengan seribu orang.”
Pun sabda Rasulullah mengenai pemuda,
“Perjuangan Aku didukung oleh pemuda, oleh sebab itu wasiat yang baik untuk mereka.”
Itulah sebuah gambaran pemuda yang tak sekedar pemuda, tapi pemuda yang luar biasa dan berkualitas, memiliki nilai dan lebih berharga daripada seribu orang..
Bayangkan…
Jika Indonesia yg memiliki penduduk 250 juta jiwa…
Sebagian besar diisi oleh pemuda…
Pemuda bernilai tinggi…
Pemuda yang dengan tangannya…kan merubah negeri ini..
Pemuda yang dengan semangatnya…memberik an harapan baru untuk bumi pertiwi…
Pemuda yang dengan spiritualnya… meluruskan dekadensi moral yang terjadi…
Karena itulah…
Tak ada lagi waktu untuk terlena dalam kenyamanan…
Indonesia harus segera ditaklukan…menakluka n segala kemiskinan…menaklukk an segala kesedihan..menakluk kan segala harapan yang sempat terampas…
Dan persiapkan lah dirimu kawan…
Jika tidak hari ini maka kan ada hari esok…
Indonesia akan ditaklukan…
Oleh kita…
Seorang Pemuda…
Bukan sekedar Pemuda..
Tapi Pemimpin Muda..
yang kan taklukan Indonesia…

